Fakta Lari maraton adalah salah satu cabang olahraga lari yang paling populer di dunia, terutama karena dapat diikuti oleh berbagai kalangan—mulai dari pelari pemula hingga atlet profesional.
Meski begitu, masih banyak fakta unik di balik maraton yang jarang diketahui publik. Mulai dari asal-usul sejarahnya, aturan resmi, hingga kisah-kisah menarik yang tersimpan di balik lintasan sepanjang 42,195 kilometer ini.
Artikel berikut menyajikan rangkuman fakta menarik tentang lari maraton yang dapat memperkaya wawasan para pelari maupun calon peserta lomba lari.
1. Berasal dari Yunani Kuno
Lari maraton berawal dari kisah heroik seorang prajurit Yunani bernama Pheidippides pada tahun 490 SM. Usai Yunani mengalahkan Persia dalam pertempuran di kawasan Marathon, Pheidippides diperintahkan membawa kabar kemenangan ke Athena yang berjarak sekitar 25 mil.
Ia berlari tanpa berhenti hingga tiba dan berhasil menyampaikan pesan kemenangan tersebut, sebelum akhirnya meninggal dunia karena kelelahan. Untuk mengenang jasanya, tradisi perlombaan maraton kemudian tercipta dan dilestarikan hingga sekarang.
2. Pelari Kenya Mendominasi Maraton Dunia
Pada lomba maraton kelas internasional, pelari Kenya hampir selalu menguasai podium. Dominasi ini bukan fenomena baru, melainkan telah terjadi selama puluhan tahun.
Beberapa faktor penyebabnya antara lain:
- Pola hidup aktif sejak kecil, termasuk berjalan atau berlari jauh menuju sekolah.
- Tinggal di dataran tinggi yang melatih kapasitas paru-paru dan daya tahan.
- Struktur tubuh yang ideal untuk lari jarak jauh, terutama kaki dengan otot ramping namun sangat efisien.
Penelitian menunjukkan pemuda Kenya memiliki kesehatan fisik yang lebih baik dibandingkan pelari dari Eropa, Amerika, maupun Asia, sehingga lebih unggul dalam ketahanan.
3. Perempuan Awalnya Dilarang Mengikuti Maraton
Pada masa awal maraton modern, perempuan tidak diperbolehkan ikut serta dalam kompetisi. Namun aturan tersebut perlahan berubah setelah beberapa insiden penting.
Salah satu kisah terkenal adalah Roberta Gibb, yang diam-diam mengikuti Boston Marathon dengan bersembunyi di semak-semak sebelum start. Ia bergabung dengan pelari lain setelah setengah peserta mulai berlari, dan berhasil finis dengan waktu 3 jam 40 menit 21 detik.
Namun karena ia perempuan, ia tetap dianggap melanggar aturan pada saat itu.
Barulah pada tahun 1984, maraton resmi untuk perempuan dipertandingkan di ajang Olimpiade.
4. Batas Usia Minimal Peserta Maraton
Pelari yang ingin mengikuti lomba maraton harus berusia minimal 20 tahun. Aturan ini ditetapkan karena pada usia tersebut, struktur tulang dan kekuatan fisik dinilai sudah cukup matang untuk menahan durasi dan tekanan lari jarak sangat jauh.
Peserta di bawah 20 tahun biasanya hanya diperbolehkan mengikuti kelas jarak pendek atau kategori fun run.
5. Jarak Lari Maraton Tidak Selalu Sama
Jarak resmi maraton saat ini adalah 26,2 mil atau 42,195 kilometer. Namun pada awalnya, jarak maraton tidaklah baku.
Perubahan jarak maraton:
- Awalnya: 24,8 mil
- Tahun 1908 (Olimpiade London): diubah menjadi 25 mil
- Akhirnya distandarkan menjadi 26,2 mil, mengikuti jarak dari Windsor Castle menuju stadion White City, atas permintaan keluarga kerajaan Inggris.
Jarak inilah yang dipakai secara resmi hingga sekarang.

