Nama Brad Binder pernah menjadi simbol kebangkitan KTM di MotoGP. Pembalap asal Afrika Selatan itu dikenal sebagai sosok paling loyal bagi pabrikan asal Austria. Terlebih setelah ia menghabiskan hampir seluruh karier profesionalnya bersama KTM. Namun memasuki musim MotoGP 2026, situasi Binder berubah drastis.
Performa yang terus menurun membuat masa depan sang pembalap mulai dipertanyakan. Bahkan, muncul rumor bahwa KTM mulai mempertimbangkan untuk menggeser Binder dari proyek utama mereka pada musim mendatang.
Situasi tersebut menjadi salah satu cerita paling mengejutkan di paddock MotoGP musim ini. Binder yang dulu dianggap fondasi utama KTM kini justru perlahan kehilangan sorotan.
Loyal 15 Tahun, Masa Depan Brad Binder Kini Jadi Tanda Tanya
Dalam seri MotoGP Catalunya 2026, Binder sebenarnya sempat menunjukkan semangat juang luar biasa. Ia harus memulai balapan dari pit lane akibat masalah kopling pada motornya. Setelah balapan sempat dihentikan dua kali karena insiden, Binder mampu melakukan comeback impresif dan menembus posisi kompetitif.
Namun performa tersebut nyaris tidak mendapat perhatian besar karena hasil akhir KTM secara keseluruhan masih jauh dari harapan. Padahal perjalanan karier Binder bersama KTM termasuk salah satu kisah sukses paling menarik dalam dunia balap motor modern.
Ia mulai dikenal publik ketika berhasil meraih gelar juara dunia Moto3 pada musim 2016 bersama tim Red Bull KTM Ajo. Gelar tersebut menjadikan Binder sebagai salah satu sedikit pembalap Afrika Selatan yang sukses menembus level tertinggi balap motor dunia.
Sebelumnya, ia juga mencatat sejarah sebagai rider Afrika Selatan pertama yang naik podium Grand Prix dalam hampir tiga dekade. Kesuksesan di Moto3 berlanjut di kelas Moto2.
Bersama Miguel Oliveira, Binder menjadi bagian penting dalam pengembangan proyek chassis KTM di kelas intermediate. Penampilannya konsisten hingga berhasil finis sebagai runner-up Moto2 sebelum promosi ke MotoGP pada 2020.
Awal karier Binder di MotoGP bahkan terlihat sangat menjanjikan. Pada musim debutnya, ia langsung mencetak kemenangan sensasional di GP Republik Ceko. Kemenangan itu menjadi sejarah karena merupakan kemenangan pertama KTM di kelas utama MotoGP.
Momen lain yang paling dikenang terjadi di MotoGP Austria 2021 ketika Binder mengambil keputusan berani tetap menggunakan ban slick saat hujan turun deras. Strategi nekat itu berhasil membawanya meraih kemenangan dramatis.
Performa terbaik Binder bersama KTM terjadi pada musim 2023 ketika ia finis di posisi empat klasemen akhir MotoGP dan memenangkan dua Sprint Race. Saat itu KTM langsung memperpanjang kontraknya hingga akhir musim 2026 sebagai bentuk kepercayaan penuh terhadap loyalitas dan kontribusinya.
Namun setelah awal 2024, performa Binder perlahan mengalami penurunan tajam. Ia kesulitan bersaing di barisan depan dan mulai kalah konsisten dibandingkan rekan-rekannya.
Pedro Acosta Disebut Ubah Peta Persaingan Internal KTM
Kedatangan Pedro Acosta disebut menjadi salah satu faktor yang mengubah dinamika internal KTM. Pembalap muda Spanyol tersebut langsung tampil kompetitif dan menjadi pusat perhatian baru dalam proyek jangka panjang KTM.
Meski begitu, banyak pihak menilai masalah Binder bukan sepenuhnya karena Acosta. Perkembangan motor KTM yang stagnan dan kondisi finansial pabrikan yang sempat terganggu diyakini ikut memengaruhi performa para pembalap mereka.
Kini masa depan Binder menjadi tanda tanya besar. Sejumlah rumor menyebut KTM mempertimbangkan opsi baru, mulai dari memperpanjang kontraknya dengan peran berbeda hingga kemungkinan melepasnya dari proyek MotoGP utama.
Ada pula spekulasi bahwa Binder dapat mengambil peran mentor atau rider pengembangan untuk membantu pembalap muda KTM di masa depan. Hingga kini belum ada keputusan resmi terkait nasib Binder setelah 2026.
Namun, perjalanan rider paling loyal KTM itu kini memasuki fase paling sulit dalam kariernya. Jika benar harus meninggalkan proyek utama KTM, maka MotoGP berpotensi kehilangan salah satu kisah loyalitas paling langka di era modern balap motor dunia.

