Persib Bandung juara lagi. Kota Bandung kembali tenggelam dalam euforia sepak bola. Ribuan warga dan Bobotoh memadati jalan-jalan utama kota pada Sabtu malam, 23 Mei 2026, setelah Persib Bandung resmi mencatat sejarah sebagai klub pertama yang mampu meraih gelar juara liga Indonesia tiga musim beruntun.
Suasana penuh kegembiraan terlihat di berbagai titik kota, mulai dari Jalan Braga, Naripan, Viaduct, hingga kawasan Cihampelas. Tepat setelah peluit akhir pertandingan Persib melawan Persijap Jepara dibunyikan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), warga langsung tumpah ruah ke jalan merayakan keberhasilan tim kebanggaan mereka.
Kembang api menghiasi langit Bandung, sementara suara yel-yel “Persib Juara” terus menggema. Konvoi kendaraan roda dua dan roda empat memenuhi ruas jalan utama dengan atribut biru khas Maung Bandung yang berkibar di mana-mana.
Keberhasilan Persib musim ini terasa sangat spesial. Tambahan satu poin dari hasil imbang tanpa gol melawan Persijap cukup membawa Persib mengunci posisi puncak klasemen akhir dengan koleksi 79 poin. Jumlah tersebut sebenarnya sama dengan raihan Borneo FC Samarinda yang pada laga terakhir tampil luar biasa dengan kemenangan telak 7-1 atas Malut United.
Namun, Persib unggul dalam catatan head-to-head sehingga berhak mengangkat trofi juara. Hasil itu sekaligus mengukuhkan dominasi Maung Bandung di kompetisi domestik dalam tiga musim terakhir.
Persib Bandung Sukses Cetak Rekor Juara Tiga Musim Beruntun
Prestasi ini menjadi tonggak sejarah baru dalam era Liga 1 modern yang dimulai sejak 2017. Sebelumnya, rekor juara beruntun hanya mampu dicapai Bali United dengan dua gelar berturut-turut pada musim 2019 dan 2021. Kini, Persib melampaui pencapaian tersebut dengan torehan hattrick juara yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kesuksesan Persib musim ini tidak diraih dengan mudah. Setelah kehilangan sejumlah pemain inti pada awal musim, banyak pihak meragukan kemampuan tim asuhan Bojan Hodak untuk kembali bersaing di papan atas. Namun, pelatih asal Kroasia tersebut justru mampu membangun skuad yang lebih solid dan matang.
Kehadiran gelandang naturalisasi Thom Haye menjadi salah satu faktor penting kebangkitan Persib. Permainannya di lini tengah memberikan keseimbangan sekaligus kreativitas bagi tim. Selain itu, Eliano Reijnders dan Adam Alis juga tampil konsisten sepanjang musim dengan kontribusi besar dalam membangun permainan.
Tidak hanya tajam di lini serang, Persib juga menunjukkan pertahanan yang sangat kokoh. Sepanjang musim 2025/2026, mereka hanya kebobolan 22 gol dan mencatat rekor tidak terkalahkan dalam 22 pertandingan. Statistik tersebut menjadi bukti nyata kualitas strategi yang diterapkan Bojan Hodak.
Bagi warga Bandung, kemenangan ini bukan sekadar soal trofi. Persib sudah menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan kota. Tak heran jika kemenangan Maung Bandung selalu dirayakan layaknya pesta rakyat.

