MotoGP selalu menyuguhkan drama, kecepatan, dan persaingan tanpa batas di setiap tikungan. Namun di balik semua itu, ada satu hal yang paling menentukan siapa pembalap terbaik di dunia, yakni sistem poin MotoGP.
Setiap pembalap bukan hanya berlomba untuk menang di lintasan, tapi juga mengumpulkan poin demi poin. Hal ini yang nantinya akan menentukan siapa yang berhak menyandang gelar Juara Dunia MotoGP di akhir musim.
Selain itu, MotoGP bukan hanya soal siapa yang tercepat. Dalam semusim yang berisi 20 seri balapan, pembalap yang konsisten finis di posisi atas biasanya lebih berpeluang jadi juara dunia dibanding mereka yang hanya menang sesekali.
Begini Cara Sistem Poin MotoGP Dihitung
Federasi Balap Motor Dunia (FIM) menetapkan bahwa hanya 15 pembalap teratas di setiap seri yang berhak mendapatkan poin. Sistem ini telah digunakan sejak era Valentino Rossi hingga generasi saat ini seperti Francesco Bagnaia dan Jorge Martin.
Jika pembalap gagal finis, entah karena terjatuh, penalti, atau kerusakan mesin, maka poin yang sudah di depan mata bisa lenyap begitu saja. Berikut pembagian poin di setiap balapan utama MotoGP.
| Posisi Finis | Poin |
|---|---|
| 1 | 25 poin |
| 2 | 20 poin |
| 3 | 16 poin |
| 4 | 13 poin |
| 5 | 11 poin |
| 6 | 10 poin |
| 7 | 9 poin |
| 8 | 8 poin |
| 9 | 7 poin |
| 10 | 6 poin |
| 11 | 5 poin |
| 12 | 4 poin |
| 13 | 3 poin |
| 14 | 2 poin |
| 15 | 1 poin |
Sprint Race, Format Baru yang Ubah Strategi Rider
Sejak 2023, MotoGP menghadirkan Sprint Race, balapan mini yang digelar setiap Sabtu sore. Sprint Race memiliki durasi balapan lebih singkat, sekitar 50% dari jarak race utama, namun tensinya jauh lebih tinggi.
Sprint Race membuat setiap akhir pekan balapan jadi dua kali lebih penting.
Banyak pembalap papan atas seperti Pecco Bagnaia dan Marc Marquez menganggap sesi Sabtu ini sebagai “penentu arah” perebutan gelar dunia.
Meski poin di Sprint Race lebih sedikit, tapi sangat penting bagi pembalap yang ingin menjaga posisi di klasemen. Berikut pembagian poin untuk Sprint Race.
| Posisi Finis | Poin |
|---|---|
| 1 | 12 poin |
| 2 | 9 poin |
| 3 | 7 poin |
| 4 | 6 poin |
| 5 | 5 poin |
| 6 | 4 poin |
| 7 | 3 poin |
| 8 | 2 poin |
| 9 | 1 poin |
Tiga Klasemen: Rider, Konstruktor, dan Tim
Dalam MotoGP, gelar juara dunia tidak hanya ditentukan untuk pembalap. Ada tiga kategori utama yang dihitung dari sistem poin. Kombinasi tiga kategori inilah yang menciptakan persaingan sengit di paddock. Tidak hanya antarpembalap, tetapi juga antar tim pabrikan besar. Berikut ulasannya.
-
Riders’ Championship (Juara Dunia Pembalap)
Gelar paling prestisius, ditentukan oleh total poin individu pembalap. -
Constructors’ Championship (Juara Konstruktor)
Dihitung dari hasil terbaik satu motor di setiap seri. Misalnya, jika dua pembalap Ducati finis 1 dan 3, hanya poin dari posisi 1 yang dihitung untuk konstruktor. -
Teams’ Championship (Juara Tim)
Menyatukan total poin dua pembalap dalam satu tim.
Bagaimana Jika Poin Sama? Ini Penentunya
Kadang, dua pembalap bisa berakhir dengan total poin yang sama di klasemen akhir. Dalam situasi ini, FIM memiliki aturan tiebreak. Peraturan ini memastikan tidak ada juara dunia yang diputuskan secara acak. Setiap detail, setiap balapan, punya arti besar.
-
Jumlah kemenangan terbanyak.
-
Jika masih sama, jumlah finis kedua, ketiga, dan seterusnya.
-
Jika tetap imbang, hasil seri terakhir akan menjadi penentu.

