Skandal NBA terbaru 2025. Dunia basket Amerika Serikat sedang terguncang. Chauncey Billups, Terry Rozier, dan Damon Jones, tiga sosok yang lekat dengan NBA ditangkap oleh Biro Investigasi Federal (FBI) pada Kamis (23/10/2025). Ketiganya diduga terlibat dalam skema taruhan olahraga ilegal dan permainan poker curang yang dikendalikan oleh organisasi kriminal La Cosa Nostra, alias Mafia Italia-Amerika.
Pihak berwenang menyebut penangkapan ini sebagai skandal terbesar dalam sejarah NBA 2025, membuka sisi gelap baru di balik liga basket paling populer di dunia.
Lebih dari 30 orang lainnya juga ikut diamankan dalam operasi lintas negara yang berlangsung di Las Vegas, Miami, Manhattan, dan Hamptons.
Menurut laporan resmi Departemen Kehakiman AS (DOJ), penyelidikan terhadap jaringan taruhan ini dimulai sejak 2023. Dalam skema tersebut, sejumlah pertandingan NBA diduga dijadikan alat taruhan dengan memanfaatkan informasi internal dari pemain dan pelatih aktif.
Seperti dilansir dari Apnews, investigasi mengungkap bahwa Chauncey Billups, pelatih kepala Portland Trail Blazers diduga menjadi bagian dari kelompok penyelenggara permainan kartu eksklusif yang digunakan untuk pencucian uang hasil taruhan.
Sedangkan Terry Rozier dari Miami Heat dituduh memberikan informasi rahasia seputar kondisi pemain dan strategi tim kepada pihak luar yang terlibat dalam perjudian. Sementara itu, Damon Jones, mantan pemain dan pelatih asisten, berperan sebagai penghubung antara petaruh dan orang dalam NBA.
Chauncey Billups: Dari “Mr. Big Shot” ke Kursi Tersangka
Nama Chauncey Billups selama ini identik dengan integritas dan ketenangan di lapangan. Lahir di Denver, Colorado, pada 25 September 1976, ia dikenal luas sebagai salah satu point guard paling berpengaruh di era 2000-an.
Karier Billups dimulai saat Boston Celtics memilihnya pada urutan ke-3 NBA Draft 1997. Dalam perjalanan 17 tahunnya, ia membela berbagai tim besar seperti Detroit Pistons, Denver Nuggets, Toronto Raptors, dan LA Clippers.
Puncak kariernya datang pada Final NBA 2004, ketika Billups membawa Detroit Pistons menaklukkan Los Angeles Lakers dan meraih gelar Finals MVP. Ketepatan tembakannya di saat genting membuatnya dijuluki “Mr. Big Shot.”
Setelah gantung sepatu, Billups beralih ke dunia kepelatihan dan menjadi pelatih kepala Portland Trail Blazers sejak 2021. Ia juga baru saja dilantik ke Naismith Memorial Basketball Hall of Fame pada 2024, setahun sebelum kasus ini mencuat.
Terry Rozier: Bintang Miami Heat yang Terjebak di Permainan Berisiko
Terry Rozier, 30 tahun, dikenal sebagai guard eksplosif dengan kemampuan mencetak angka yang luar biasa. Namun, di balik pesona di lapangan, hidupnya penuh perjuangan. Rozier tumbuh di lingkungan keras Youngstown, Ohio, tanpa kehadiran ayahnya yang dipenjara.
Ia kemudian meniti karier di University of Louisville dan tampil menonjol hingga akhirnya dipilih Boston Celtics pada NBA Draft 2015. Namanya melejit saat mencetak triple-double dalam debut starter-nya bersama Celtics di 2018. Setelah itu, ia menjadi salah satu pemain kunci Charlotte Hornets sebelum pindah ke Miami Heat pada 2024.
Namun kini, kariernya berada di ambang kehancuran. Dakwaan menyebut Rozier menggunakan informasi internal tim untuk memanipulasi taruhan “prop bet” (taruhan statistik individu pemain). Salah satu pertandingan yang mencurigakan terjadi pada 23 Maret 2023, saat Hornets melawan New Orleans Pelicans. Rozier hanya bermain 9 menit sebelum ditarik keluar dan hasil statistiknya “kebetulan” sesuai dengan taruhan besar yang dipasang oleh jaringan tertentu.
Damon Jones: Dari Pelatih Tembakan ke Penghubung Mafia
Nama Damon Jones, 49 tahun, mungkin tak setenar Billups atau Rozier, tetapi perannya dalam skema ini dianggap vital. Mantan pemain NBA ini dikenal sebagai spesialis tembakan tiga angka, yang sempat bersinar bersama Miami Heat dan Cleveland Cavaliers.
Setelah pensiun pada 2010, Jones beralih ke dunia kepelatihan dan bergabung dalam staf pelatih Cavaliers di era LeBron James. Ia bahkan ikut membawa tim itu meraih gelar juara NBA 2016. Namun dalam dakwaan, Jones disebut sebagai “jembatan penghubung” antara jaringan petaruh dan pemain aktif NBA.
FBI menemukan bukti bahwa Jones menggunakan aplikasi pesan terenkripsi untuk mengatur transaksi taruhan. Ia diduga menerima komisi dari hasil taruhan yang berhasil dimenangkan berkat informasi orang dalam. Kini, Jones menghadapi dua tuduhan berat, konspirasi kriminal dan pencucian uang dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

