Musim 2024/25 Premier League ditutup dengan pemandangan yang jarang terjadi. Juara liga Liverpool dan pemenang Piala FA Crystal Palace saling berhadapan di laga terakhir. Menariknya, kedua tim sama-sama memberikan guard of honor kepada lawannya sebelum pertandingan dimulai. Sebuah gestur yang penuh respek dan semakin menegaskan sisi sportivitas dalam sepak bola modern.
Meski sekilas terlihat seperti tradisi klasik yang lahir dari akar olahraga di era Victoria, kenyataannya guard of honor baru benar-benar populer dalam beberapa dekade terakhir. Kini, ia sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya sepak bola di banyak negara.
Apa Itu Guard of Honor?
Secara sederhana, guard of honor adalah bentuk penghormatan kepada tim yang berhasil menjuarai kompetisi besar, biasanya liga domestik. Ritual ini dilakukan dengan cara para pemain lawan membentuk dua barisan sejajar di sisi lapangan, menciptakan semacam koridor menuju area permainan.
Saat sang juara keluar dari lorong stadion, mereka berjalan melewati barisan tersebut sambil disambut tepuk tangan—baik dari lawan maupun penonton. Setelah itu, laga dilanjutkan seperti biasa.
Namun, perlu dicatat bahwa tradisi ini hanya bisa dilakukan jika sebuah tim memastikan gelar juara sebelum musim benar-benar berakhir. Jika gelar ditentukan di laga pamungkas—seperti momen ikonik Sergio Agüero pada 2011/12 yang membawa Manchester City meraih trofi pertama Premier League—maka kesempatan membuat guard of honor otomatis hilang.
Sebaliknya, bila sebuah tim mengunci gelar lebih awal, mereka bisa menikmati penghormatan ini berkali-kali. Contohnya Liverpool asuhan Arne Slot pada musim 2024/25. The Reds memastikan gelar dengan empat laga tersisa, sehingga mereka mendapat guard of honor dari Chelsea, Arsenal, Brighton & Hove Albion, hingga Crystal Palace. Empat kali berturut-turut, dan itu jelas jadi pengalaman berkesan bagi para pemain.
Apa Tujuan Guard of Honor?
Tujuan dari tradisi ini sederhana: memberi penghormatan atas pencapaian luar biasa. Liga adalah kompetisi panjang dan melelahkan, sehingga menjadi juara layak mendapatkan pengakuan, bahkan dari rival terdekat sekalipun.
Melalui guard of honor, para pemain menunjukkan sikap sportivitas sekaligus menjaga semangat kompetisi yang sehat. Itulah mengapa meski tidak wajib, banyak tim tetap melakukannya sebagai bentuk respek.
Tradisi ini tidak hanya ada di sepak bola. Olahraga lain seperti kriket dan hoki juga mengenal bentuk penghormatan serupa. Bahkan, di Spanyol istilah ini punya sebutan khusus, yakni pasillo, yang berarti “koridor”—merujuk pada formasi dua baris pemain di lapangan.

