Malam di GOR Manahan, Solo, Kamis (28/8), berubah menjadi panggung unjuk gigi Satria Muda Pertamina Bandung. Dalam laga panas bertajuk Final IBL All Indonesian 2025, Satria Muda berhasil menundukkan Dewa United Banten dengan skor 76-67 dalam gim pertama dari format best-of-three.
Bukan hanya skor yang mencolok, tapi cara Satria Muda membalikkan keadaan dari ketertinggalan menjadi kemenangan memperlihatkan kedewasaan tim dan mental juara.
Di atas lapangan, para guard Satria Muda menjadi aktor utama kemenangan. Mereka bukan hanya mencetak angka, tapi juga mengatur tempo, mencuri bola, dan menginspirasi kebangkitan di paruh kedua laga.
Sejak tip-off pertama dilakukan, kedua tim langsung tancap gas. Dewa United, yang datang sebagai juara IBL reguler, tampil percaya diri. Tapi Satria Muda bukan tim sembarangan. Mereka tahu bagaimana bermain di bawah tekanan final.
Kuarter pertama berlangsung sangat ketat. Serangan cepat dan pertahanan solid ditampilkan kedua kubu. Bola silih berganti berpindah, dan skor berimbang 17-17 di akhir kuarter pertama.
Di kuarter kedua, Dewa United mulai menunjukkan dominasinya. Patrick Nikolas, yang menjadi andalan, mencetak angka penting yang membawa timnya unggul. Radithya Wibowo juga tampil efektif dengan akurasi tembakan luar biasa. Dewa United unggul 38-33 saat turun minum.
Halftime menjadi momen penting bagi Satria Muda. Saat kembali ke lapangan, mereka tampil seolah dengan energi baru. Widyanta Putra Teja, yang di kuarter pertama terlihat tenang, mulai membuka kuarter ketiga dengan step back jumper yang manis.
Kemudian, Yudha Saputera mulai mengambil alih permainan. Guard muda yang dikenal eksplosif ini mencetak 17 poin, 6 rebound, dan 7 assist sepanjang pertandingan. Ia tidak hanya mencetak poin, tapi juga memimpin dengan ketenangan dan visi permainan yang tajam.
Di saat Dewa United mulai kehilangan momentum, Abraham Damar Grahita (Bram) ikut menambah tekanan. Ia tampil penuh determinasi, mencetak 13 poin, 8 rebound, dan 4 assist. Driving lay-up Bram di pertengahan kuarter ketiga menjadi turning point yang menyamakan skor 50-50 dan mengubah arah pertandingan.
Kuarter Terakhir: Satria Muda Ambil Alih Panggung
Ketika peluit kuarter keempat dibunyikan, terlihat satu hal, Satria Muda mulai benar-benar mengendalikan permainan. Mental pemenang dan pengalaman final yang lebih matang jadi pembeda.
Serangan demi serangan mengalir. Avan Seputra yang tampil efisien dari bangku cadangan menambahkan 15 poin dan menjadi pembeda dari sisi rotasi. Pertahanan mereka pun solid. Empat steal dari Widy menunjukkan bahwa Satria Muda tidak hanya tajam di serangan, tapi juga disiplin bertahan.
Sementarea itu, Dewa United mencoba bangkit. Patrick Nikolas, yang mengoleksi total 19 poin, tetap menjadi tumpuan. Namun tekanan dari pertahanan Satria Muda membuat akurasi tembakan Dewa menurun drastis. Akhirnya, tembakan tiga angka dari Yudha mengunci keunggulan Satria Muda dan memastikan kemenangan 76-67 atas sang juara bertahan.

