Tahukah kamu? Di Indonesia, ada sejumlah pesepak bola profesional yang tak hanya berjuang di lapangan hijau, tetapi juga mengemban tugas sebagai anggota kepolisian. Mereka menjalani peran ganda sebagai atlet dan aparat negara, sebuah kombinasi yang menunjukkan dedikasi tinggi terhadap olahraga sekaligus pengabdian kepada bangsa.
Beberapa dari mereka bahkan menjadi tulang punggung Tim Nasional Indonesia di berbagai kelompok usia. Berikut daftar lengkap pemain sepak bola yang juga berstatus sebagai anggota Polri.
1. Daffa Fasya
Daffa Fasya, kiper muda kelahiran Majalengka, 7 Mei 2004, mulai dikenal luas setelah tampil gemilang bersama Timnas U-23 Indonesia di Piala Asia U-23 2024. Penampilannya menjadi bagian dari penjalanan bersejarah Garuda Muda yang berhasil menembus babak semifinal.
Di luar lapangan, Daffa mengemban tugas sebagai anggota kepolisian dengan pangkat Bripda. Ia tercatat bertugas di Ditlantas Polda Metro Jaya, khususnya menangani sektor lalu lintas di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dedikasi ganda ini menjadikannya salah satu figur muda inspiratif di dunia olahraga dan kepolisian.
2. Ananda Raehan
Gelandang kelahiran Makassar, 17 Desember 2003 ini adalah salah satu pemain yang membawa Indonesia meraih medali emas SEA Games 2023. Di tengah karier sepak bolanya, Ananda menjalani pendidikan kepolisian pada tahun 2023 melalui jalur Rekrutmen Proaktif (Rekpro)—program khusus untuk talenta berprestasi seperti atlet.
Ia mengikuti pendidikan Bintara selama lima bulan hingga dinyatakan lulus. Kini, Ananda kembali memperkuat Timnas U-23 dan dipersiapkan untuk berbagai agenda internasional, termasuk dua laga uji coba melawan Mali.
3. Ginanjar Wahyu
Ginanjar Wahyu mulai mencuri perhatian publik kala memperkuat Timnas U-20 Indonesia di babak Kualifikasi Piala Asia U-20 2023. Debut manisnya ditandai dengan kemenangan telak 4-0 atas Timor Leste.
Selain sebagai pemain profesional, Ginanjar juga merupakan anggota Polri. Ia lulus dari pendidikan Sekolah Calon Bintara (Secaba) melalui jalur talent scouting prestasi non-akademik, yang memberikan kesempatan bagi atlet berprestasi untuk bergabung dengan kepolisian.
4. Kakang Rudianto
Bek muda Persib Bandung ini lahir di Cianjur pada 2 Februari 2003 dan dikenal sebagai salah satu talenta terbaik di posisinya. Kakang pernah tergabung dalam program pengembangan pemain Garuda Select di Inggris dan Italia, pengalaman yang memperkaya kualitas permainannya.
Pada Agustus 2023, Kakang mengikuti pendidikan kepolisian dan harus absen dari beberapa agenda Persib. Setelah dinyatakan lulus dan menyandang pangkat Bripda, ia mendapat ucapan selamat dari senior-senior di dunia sepak bola, termasuk dari pemain sekaligus anggota Polri, Indra Kahfi.
5. Muhammad Ferarri
Nama Muhammad Ferarri identik dengan prestasi di kelompok usia Timnas Indonesia. Ia berperan dalam keberhasilan Garuda Muda meraih emas SEA Games 2023 dan tampil solid di Piala AFF U-23 2023, di mana Indonesia finis sebagai runner-up.
Ferarri memulai pendidikan kepolisian pada pertengahan 2023 dan menyandang pangkat Bripda setelah menempuh pendidikan selama sekitar tujuh bulan. Keputusannya untuk masuk Polri sempat membuat pelatih Persija kala itu, Thomas Doll, kecewa karena ia harus absen cukup lama. Namun Ferarri tetap kukuh menjalani pendidikan dan berhasil menuntaskannya dengan baik.
6. Frengky Missa
Frengky Missa, pemain muda asal Nusa Tenggara Timur yang dibina Persija Jakarta, juga mengikuti jejak sejumlah rekannya dengan menempuh pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN). Menariknya, ia melalui proses pendidikan yang sama dengan Muhammad Ferarri, Kakang Rudianto, dan Ginanjar Wahyu.
Frengky telah memperkuat Timnas U-20 dan U-23, serta dikenal memiliki kecepatan dan determinasi tinggi. Setelah lulus pendidikan, Frengky resmi menyandang pangkat Bripda, memperkuat daftar atlet sepak bola yang juga mengabdi sebagai aparat kepolisian.

