Formula 1 dikenal sebagai puncak dari dunia balap mobil, tempat para pembalap terbaik dunia menguji batas kecepatan dan kemampuan mereka. Namun di balik kemewahan paddock, sorotan kamera, dan deru mesin berkecepatan 350 km/jam, F1 juga menyimpan sisi gelap dengan momen-momen dramatis yang menggetarkan dan terkadang tragis.
Sepanjang sejarahnya sejak 1950, sudah tak terhitung insiden besar yang mengguncang dunia olahraga mobil ini. Beberapa mengubah regulasi keselamatan. Sementara yang lain meninggalkan luka mendalam bagi penggemar dan pelaku dunia balap. Berikut adalah lima insiden F1 paling menggemparkan yang masih dibicarakan hingga hari ini.
1. Ayrton Senna – Tragedi di Imola, 1994
Tanggal 1 Mei 1994 menjadi hari yang kelam dalam sejarah Formula 1. Di Sirkuit Imola, Italia, pembalap legendaris Ayrton Senna mengalami kecelakaan fatal saat membalap untuk tim Williams pada lap ketujuh F1 GP San Marino.
Mobil Senna menabrak dinding beton di tikungan Tamburello dengan kecepatan lebih dari 210 km/jam setelah mengalami kegagalan suspensi depan kanan. Pecahan suspensi menembus helmnya, menyebabkan cedera fatal di kepala. Kematian Senna mengguncang dunia, tak hanya karena ia adalah juara dunia tiga kali dan ikon global, tetapi juga karena tragedi itu disiarkan langsung ke jutaan penonton.
FIA (Federasi Otomotif Internasional) langsung mengambil tindakan besar dengan mereformasi standar keselamatan mobil, sirkuit, dan helm pembalap. Dari tragedi inilah muncul kokpit yang lebih kuat, zona run-off lebih luas, hingga sistem HANS Device yang kini wajib digunakan semua pembalap.
2. Romain Grosjean – Bahrain 2020
Lebih dari dua dekade setelah era Senna, dunia kembali diingatkan betapa berbahayanya F1. Pada GP Bahrain 2020, pembalap Prancis Romain Grosjean mengalami kecelakaan yang membuat seluruh dunia terpaku.
Di lap pertama, mobil Haas yang dikendarainya menabrak pagar pembatas dengan kecepatan 220 km/jam, terbelah dua, dan terbakar hebat. Api berkobar selama hampir 30 detik sebelum Grosjean berhasil keluar sendiri dari kobaran api.
Ajaibnya, ia hanya mengalami luka bakar ringan di tangan dan pergelangan. Keselamatannya menjadi bukti nyata kemajuan teknologi modern F1, chassis karbon fiber, pelindung halo, dan pakaian tahan api Nomex bekerja sempurna.
Grosjean kemudian dijuluki “The Man Who Walked Out of Fire” oleh media dunia, dan insiden itu menjadi bukti bahwa inovasi keselamatan F1 telah menyelamatkan banyak nyawa sejak tragedi 1994.
3. Kontroversi Abu Dhabi 2021 – Juara Dunia dalam Satu Lap
Bukan semua insiden F1 berakhir dengan api atau darah. Ada juga momen yang mengguncang dunia karena drama dan kontroversi. Salah satunya adalah Grand Prix Abu Dhabi 2021, yang menentukan juara dunia antara Lewis Hamilton dan Max Verstappen.
Balapan itu tampak akan dimenangkan Hamilton, hingga mobil Nicholas Latifi menabrak dinding dan menyebabkan Safety Car di beberapa lap terakhir. Keputusan Race Director Michael Masi untuk hanya membiarkan sebagian mobil melakukan unlapped menciptakan situasi aneh, Verstappen tepat di belakang Hamilton di lap terakhir.
Dengan ban baru, Verstappen menyalip Hamilton dan merebut gelar juara dunia pertamanya dalam situasi penuh perdebatan. Media internasional menilai keputusan itu “mengubah sejarah F1 dalam satu lap”. FIA kemudian merevisi aturan Safety Car dan menata ulang sistem pengawasan balapan.
4. Crash Multi-Mobil di Spa-Francorchamps, Belgia 1998
Hujan deras di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia, 1998, menciptakan salah satu tabrakan terbesar dalam sejarah F1. Di lap pertama, mobil McLaren milik David Coulthard kehilangan kendali di lintasan lurus pasca-tikungan La Source, memicu efek domino di belakangnya.
Sebanyak 13 mobil terlibat dalam tabrakan beruntun, kaca, roda, dan sayap depan beterbangan ke mana-mana. Balapan dihentikan dan dimulai ulang setelah pembersihan lintasan memakan waktu lebih dari satu jam.
Hebatnya, tak satu pun pembalap mengalami luka serius, meski kerusakan mobil diperkirakan mencapai jutaan dolar. Momen itu menjadi contoh klasik betapa pentingnya koordinasi start dalam kondisi hujan di lintasan F1.
5. Crash Klasik Senna vs Prost – GP Jepang 1989
Tak ada daftar insiden legendaris tanpa menyebut duel paling ikonik antara Ayrton Senna dan Alain Prost di GP Jepang 1989 di Sirkuit Suzuka. Keduanya bersaing ketat memperebutkan gelar dunia untuk tim McLaren.
Di lap ke-46, Senna berusaha menyalip Prost di chicane terakhir, namun kedua mobil bersenggolan dan keluar lintasan. Prost mundur dari balapan, tetapi Senna kembali ke lintasan setelah bantuan dari marshal dan akhirnya finis pertama.
Namun, FIA mendiskualifikasi Senna karena dianggap memotong chicane dan mendapatkan dorongan ilegal. Prost pun otomatis menjadi juara dunia, memicu kontroversi besar yang membelah dunia F1.

