Harapan besar publik bola voli Filipina untuk melihat tim nasional putra mereka menorehkan sejarah manis dalam debut di FIVB Volleyball Men’s World Championship 2025 harus pupus lebih awal. Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri di SM Mall of Asia Arena, Pasay City, Jumat (12/9/2025), Filipina harus mengakui keunggulan Tunisia yang tampil dominan dan menang tiga set langsung, 3-0 (25-13, 25-17, 25-23).
Pertandingan ini menjadi laga pembuka Pool A dalam edisi ke-21 Kejuaraan Dunia Bola Voli FIVB Putra 2025. Selain itu, ini menjadi laga debut bersejarah bagi Filipina yang untuk pertama kalinya tampil di ajang ini. Sayangnya, Tunisia tampil terlalu kuat dan terlalu berpengalaman bagi tim tuan rumah yang baru menjajaki level tertinggi kompetisi internasional ini.
Sejak awal pertandingan, Tunisia menunjukkan kekuatan dan kedalaman tim yang lebih matang. Dipimpin oleh outside hitter andalan mereka, Oussama Ben Romdhane, tim asal Afrika Utara itu langsung tancap gas dengan strategi permainan cepat dan blok yang solid.
Set pertama menjadi bukti dominasi Tunisia. Dengan serangan yang terstruktur dan pertahanan rapat, mereka sukses membungkam semangat tuan rumah dengan skor telak 25-13. Filipina tampak masih mencari ritme permainan, sementara Tunisia tampil tanpa cela.
Dominasi Tunisia di net, terutama dalam blocking dan spike, menjadi kunci keberhasilan mereka. Pemain tengah Ahmed Kadhi tampil solid dalam pertahanan. Sementara Elyes Karamosli dan Ali Bongui sama-sama mencetak 9 poin. Namun, satu hal yang patut diacungi jempol dari Filipina adalah servis mereka. Mereka berhasil mencatat 5 ace, menunjukkan potensi besar di sektor ini.
Filipina: Meskipun Kalah, Bryan Bagunas Tampil Gemilang
Di sisi lain, meskipun Filipina belum berhasil mencatat kemenangan, performa kapten tim Bryan Bagunas layak diapresiasi. Pemain yang pernah memperkuat klub bola voli di Jepang ini tampil impresif dengan 23 poin, yang terdiri dari 20 spike, 2 ace, dan 1 blok. Ia bahkan menjadi pencetak poin terbanyak dalam pertandingan ini.
Outside hitter lainnya, Marck Espejo, turut menyumbang 9 poin, meski belum cukup untuk membawa Filipina mencuri satu set pun. Meski demikian, kekalahan dari Tunisia memang menyakitkan, namun tidak serta-merta menutup peluang Filipina untuk lolos ke babak berikutnya. Mereka masih akan menghadapi dua lawan tangguh lainnya di Pool A, yakni Iran dan Mesir.
Jika mampu mencuri kemenangan dari salah satu laga tersisa, dan dengan skenario klasemen yang menguntungkan, Filipina masih memiliki peluang untuk melangkah ke babak eliminasi. Sebaliknya, Tunisia kini mengantongi 3 poin penuh dan hanya butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan lolos dari fase grup, mengulangi prestasi mereka di edisi 2022.

