Regulasi MotoGP terbaru. MotoGP telah mengumumkan bahwa mulai tahun 2027, seluruh kategori kejuaraan Grand Prix akan menggunakan 100 persen bahan bakar non-fosil. Keputusan ini menandai era baru dalam olahraga balap motor. Sekaligus, mempertegas komitmen MotoGP dalam mengurangi dampak lingkungan dari ajang balap motor.
Sebelumnya, target ambisius ini hanya ditetapkan untuk kelas utama MotoGP. Namun, melalui pertemuan-pertemuan intensif yang diadakan sejak awal 2025 oleh Komisi Grand Prix. Keputusan tersebut kini diperluas mencakup seluruh kelas seperti MotoGP, Moto2, dan Moto3.
Ini berarti bahwa dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, seluruh paddock MotoGP akan sepenuhnya bergantung pada bahan bakar yang tidak berasal dari sumber fosil. Pada akhir 2023, MotoGP sudah mulai memperkenalkan transisi bahan bakar ramah lingkungan.
MotoGP mewajibkan penggunaan bahan bakar yang mengandung minimal 40 persen komponen non-fosil di kelas utama mulai musim 2024. Angka ini direncanakan terus meningkat setiap musim, dengan target akhir 100 persen pada 2027.
Langkah ini bukan hanya sekadar simbolik. Penggunaan bahan bakar non-fosil merupakan bagian dari strategi jangka panjang MotoGP dalam menurunkan jejak karbon. Selain itu, juga untuk mendorong inovasi teknologi berkelanjutan dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam olahraga otomotif masa depan.
Menurut pernyataan resmi dari Federasi Internasional Motor (FIM) yang dirilis pada 30 Juli 2025, bahan bakar yang akan digunakan wajib lolos uji C14. Ini adalah metode ilmiah yang digunakan untuk memastikan bahwa bahan bakar tersebut benar-benar non-fosil.
“Mulai musim 2027, bahan bakar di semua kelas Grand Prix akan 100% non-fosil. Kini telah disepakati, bahwa sifat 100% non-fosil dari bahan bakar ini akan dinilai melalui uji C14,” Jelas keterangan dari laman MotoGP.
C14 adalah isotop karbon berumur pendek yang tidak ditemukan dalam bahan bakar fosil karena telah mengalami pembusukan jutaan tahun lalu. Artinya, jika kadar C14-nya tinggi, maka bahan bakar tersebut berasal dari sumber yang baru seperti biofuel atau e-fuel, bukan minyak bumi.
Regulasi MotoGP Terbaru: Gunakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Mulai 2027, bahan bakar MotoGP tidak lagi diperoleh dari penyulingan minyak mentah. Sebagai gantinya, digunakan dua jenis bahan bakar non-fosil. Biofuel adalah bahan bakar yang berasal dari sumber biologis seperti limbah pertanian, minyak nabati, atau bahkan alga.
Sedangkan E-Fuel (Synthetic Fuel) diproduksi melalui proses teknologi tinggi yang menyerap CO2 dari atmosfer, menciptakan siklus karbon netral.
Kedua jenis bahan bakar ini memiliki keunggulan utama, yakni membebaskan karbon dalam jumlah yang setara dengan yang mereka serap selama proses produksi. Ini membuatnya jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan bensin konvensional.

