Peraturan Sepak Bola: Tendangan Bebas Tidak Langsung atau Indirect Free-Kick

Tendangan bebas tidak langsung atau indirect free-kick berarti bahwa pemain lain harus menyentuh bola (2 sentuhan) sebelum bola tersebut ditembakkan ke gawang lawan.

Tanda untuk memulai tendangan bebas tidak langsung diberikan oleh wasit melalui gerakan mengangkat lengan ke atas, dan baru menurunkannya setelah bola yang diolah menyentuh pemain lain.

Dalam situasi tendangan bebas tidak langsung, prinsipnya mewajibkan pemain untuk memberikan operan pada bola kepada rekan satu tim sebelum tendangan dilakukan. Jika gol terjadi langsung dari tendangan bebas tidak langsung tanpa melibatkan sentuhan pemain rekan satu tim, maka gol tersebut dianggap tidak sah, dan tim lawan diberikan tendangan gawang.

Kejadian tendangan bebas tidak langsung dapat terjadi di berbagai area lapangan, termasuk di dalam area kotak penalti. Contoh situasi ini adalah ketika seorang pemain melakukan back pass kepada penjaga gawang, lalu penjaga gawang menangkap bola tersebut.

Pada saat ini, peraturan mengharuskan para pemain untuk menjaga jarak sejauh 10 meter dari titik tendangan bebas tidak mutlak karena adanya pembatasan ruang. Sebagai kompensasi, pemain biasanya akan berkumpul di sekitar gawang untuk memastikan pertahanan dan mencegah terjadinya gol.

Tendangan bebas langsung dan tidak langsung serta tendangan penalti hanya dapat diberikan untuk pelanggaran yang dilakukan ketika bola dalam permainan.

Tendangan Bebas Langsung Diberikan Jika…

Tendangan bebas langsung diberikan jika seorang pemain melakukan salah satu pelanggaran berikut terhadap lawan dengan cara yang dianggap was careless (tidak hati-hati), reckless (ceroboh), atau menggunakan kekuatan berlebih:

  • menyerang
  • melompati
  • menendang atau mencoba menendang
  • mendorong
  • memukul atau mencoba memukul (termasuk tandukan)
  • menackle atau menantang
  • mengejek atau mencoba mengejek Jika pelanggaran melibatkan kontak, itu dikenai hukuman tendangan bebas langsung atau tendangan penalti.
  • Careless (tidak hati-hati) terjadi ketika seorang pemain kurang memperhatikan atau mempertimbangkan saat melakukan tantangan atau bertindak tanpa kehati-hatian. Tidak ada sanksi disiplin yang diperlukan.
  • Reckless (ceroboh) terjadi ketika seorang pemain bertindak tanpa memperhatikan bahaya atau konsekuensi bagi lawan dan harus diingatkan.
  • Menggunakan kekuatan berlebih (excessive force) terjadi ketika seorang pemain melebihi penggunaan kekuatan yang diperlukan dan membahayakan keselamatan lawan, dan harus dikeluarkan.
Baca Juga:  Ini Adu Penalti Terpanjang Dalam Sejarah Sepakbola, 54 Tendangan

Seorang penjaga gawang di dalam area penalti, serta para pemain lapangan, dapat dikenai sanksi tendangan tidak langsung jika terlibat dalam pelanggaran-pelanggaran berikut:

  1. Bermain dengan cara yang berbahaya: Ini merujuk pada segala tindakan yang, meskipun bermaksud untuk memainkan bola, menghadirkan ancaman cedera bagi individu (baik pemain lawan atau bahkan pemain tersebut sendiri). Ini termasuk tindakan yang dapat mencegah lawan di sekitar pemain tersebut untuk berusaha memainkan bola karena takut mengalami cedera.
  2. Menghambat laju lawan tanpa melakukan kontak: Ini mencakup bergerak ke jalur lawan untuk menghalangi, memblokir, memperlambat, atau memaksa perubahan arah ketika bola tidak berada dalam jarak yang ideal untuk dimainkan.
  3. Pelanggaran dalam percakapan atau perilaku: Seseorang dapat dikenai sanksi tendangan bebas tidak langsung jika terbukti bersalah dalam mendebat, menggunakan bahasa dan/atau gerak tubuh yang menyinggung, menghina, atau kasar, atau melakukan pelanggaran verbal lainnya.
  4. Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangan: Pemain dapat dikenai sanksi jika mereka berupaya mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangan atau mencoba menendang bola ketika penjaga gawang sedang dalam proses melepaskan bola dari tangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU

ADS BY ADSTERRA