Istilah “Decul” mungkin sudah sangat akrab di telinga para penikmat sepak bola Spanyol di Indonesia, terutama saat Barcelona bertanding dalam laga El Clásico. Tetapi, dari mana sebenarnya istilah itu muncul? Mengapa pendukung Barcelona di Indonesia sering disebut “Decul”?
Berikut penjelasan lengkapnya.
Asal-Usul Istilah “Decul”
Julukan “Decul” muncul dari adaptasi kreatif warganet Indonesia terhadap julukan resmi Barcelona, yaitu Los Cules. Dalam bahasa Indonesia, terutama di dunia maya, “Cules” kemudian diubah menjadi “Decul”, akronim dari “Dedek-Dedek Cules”.
Meskipun terdengar jenaka, istilah ini biasanya digunakan dengan nada menggoda atau mengejek, terutama oleh rival Barcelona seperti pendukung Real Madrid. Popularitas istilah itu semakin meningkat seiring berkembangnya budaya banter di media sosial—terutama saat tensi El Clásico meningkat.
Di dunia digital yang penuh persaingan komentar, fans Barcelona kerap dianggap “lincah” dalam debat atau perang opini. Dari situlah citra “dedek-dedek Cules” semakin menempel dan akhirnya melahirkan istilah “Decul”.
Budaya Rivalitas yang Memperkuat Istilah Ini
Rivalitas Barcelona–Real Madrid bukan hanya panas di Spanyol, tetapi juga terasa hingga Indonesia. Setiap kali kedua raksasa LaLiga bertemu, lini masa media sosial dipenuhi komentar dari kedua kubu.
Penggunaan istilah “Decul” semakin melekat karena dua hal:
1. Persaingan El Clásico yang Ikonik
Bentrokan antara Barcelona dan Real Madrid adalah salah satu rivalitas paling intens di dunia olahraga. Ketika pertandingan berlangsung, komentar, meme, dan sindiran antar-suporter semakin menjadi-jadi. Dalam ekosistem tersebut, julukan seperti “Decul” atau “Dedemit” (Dedek-Dedek Madrid) menjadi bagian dari budaya banter.
2. Perkembangan Media Sosial di Indonesia
Istilah “Decul” mulai ramai digunakan seiring meningkatnya akses internet di Tanah Air. Mulai dari forum sepak bola, Facebook, Twitter, hingga TikTok—istilah ini menyebar cepat dan menjadi bahasa gaul sepak bola lokal. Penggunaannya pun kini dianggap lazim dalam perdebatan online seputar performa Barcelona.
Istilah Balasan: “Dedemit” untuk Fans Madrid
Dalam perang sindiran, tentu tidak hanya satu pihak yang mendapatkan julukan. Fans Real Madrid di Indonesia kerap dibalas dengan istilah “Dedemit”, singkatan dari “Dedek-Dedek Madrid”. Menariknya, dalam bahasa Jawa, dedemit berarti makhluk halus atau setan.
Dari sini terlihat bahwa budaya sindiran antar-fans di Indonesia berkembang dengan gaya humor khas lokal.
Selebriti Indonesia yang Merupakan Fans Barcelona
Popularitas Barcelona di Indonesia bukan hanya diramaikan oleh suporter umum, tetapi juga beberapa figur publik ternama. Dua di antaranya adalah pasangan artis Darius Sinathrya dan Donna Agnesia, yang sering datang langsung ke Camp Nou untuk menyaksikan laga Barça.
Selain mereka, beberapa selebritas lain yang diketahui mendukung Barcelona antara lain:
- Luna Maya
- Rico Ceper
- Mario Lawalata
Kehadiran publik figur ini ikut memperkuat komunitas fans Barcelona di Indonesia.
Istilah “Decul” pada akhirnya merupakan bagian dari budaya banter khas sepak bola Indonesia. Meski berkonotasi negatif, istilah ini umumnya dipahami sebagai candaan antar-suporter, terutama menjelang atau sesudah El Clásico.
Dalam dunia sepak bola, humor seperti ini memang tak bisa dihindarkan. Yang terpenting, rivalitas tetap berada pada batas wajar dan tidak melampaui sikap menghormati satu sama lain.

