Liga basket NBA dikenal sebagai panggung utama bagi para pemain basket terbaik dunia. Setiap musim, penggemar disuguhi deretan aksi spektakuler yang lahir bukan hanya dari bakat, tetapi juga dari penguasaan teknik tingkat tinggi.
Banyak gerakan ikonik yang sering terlihat di lapangan ternyata dapat dipelajari oleh pemain amatir hingga atlet muda. Dengan latihan konsisten, kamu pun bisa meniru delapan move andalan pemain NBA yang terbukti efektif membongkar pertahanan lawan.
Idxsport merangkum 8 move terbaik dan paling populer di NBA, lengkap dengan penjelasan, keunggulan, serta tips bagaimana kamu bisa melatihnya. Apa saja? Berikut ulasan lengkapnya.
1. Step-Back Jumper – Luka Doncic & James Harden
Step-back jumper merupakan salah satu gerakan paling mematikan di NBA modern. Luka Doncic dan James Harden menggunakannya sebagai senjata utama untuk menciptakan ruang tembak tanpa perlu mengandalkan kecepatan ekstrem.
Cara kerja move:
Pemain melakukan dribel ke depan, kemudian menghentikan momentum dengan satu langkah besar ke belakang. Ruang yang tercipta membuat defender sulit melakukan contest.
Kenapa efektif:
-
Menghasilkan separation besar.
-
Sulit diprediksi karena bisa dilakukan dari berbagai sudut.
-
Cocok untuk pemain dengan mental shooter.
ADVERTISEMENT
Tips latihan:
Fokus pada keseimbangan saat mendarat setelah step-back. Awali dari kecepatan rendah sebelum meningkatkan intensitas.
2. Fadeaway – Michael Jordan & Kobe Bryant
Fadeaway menjadi simbol elegan dua legenda NBA, yakni Michael Jordan dan Kobe Bryant. Gerakan ini memungkinkan pemain melakukan tembakan sambil menjauh dari defender.
Cara kerja move:
Saat melakukan post-up, pemain berputar sambil mendorong badan ke belakang, lalu melepaskan tembakan dengan arc tinggi.
Kenapa efektif:
-
Defender sulit menjangkau bola karena tubuh penembak menjauh.
-
Cocok untuk pemain mid-range shooter.
-
Efektif melawan defender yang lebih tinggi.
Tips latihan:
Perkuat core dan kaki agar tembakan tetap stabil meski tubuh condong ke belakang.
3. Euro Step – Giannis Antetokounmpo & Manu Ginobili
Euro step menjadi ciri khas pemain Eropa, dan Manu Ginobili adalah pelopornya di NBA. Kini teknik ini menjadi senjata utama Giannis Antetokounmpo dalam fastbreak.
Cara kerja move:
Pemain mengambil dua langkah panjang dengan arah berlawanan untuk mengelabui defender.
Kenapa efektif:
-
Memecah formasi pertahanan di area paint.
-
Membuat defender salah membaca arah serangan.
-
Cocok untuk pemain eksplosif dan lincah.
Tips latihan:
Latih koordinasi kaki kiri–kanan secara bergantian, serta jaga kontrol bola saat mengubah arah tiba-tiba.
4. Cross-over Dribble – Allen Iverson & Kyrie Irving
Cross-over adalah move klasik yang tetap relevan hingga sekarang. Allen Iverson mempopulerkan versi cepat dan agresif. Sementara Kyrie Irving membawa teknik ini ke level seni.
Cara kerja move:
Menggiring bola ke satu arah dengan tempo tertentu, lalu memindahkannya secepat kilat ke arah sebaliknya.
Kenapa efektif:
-
Membuat defender kehilangan keseimbangan.
-
Menghasilkan jalan kosong menuju ring.
-
Bisa dikombinasikan dengan pull-up shooter.
Tips latihan:
Latih dribel rendah dan cepat. Semakin rendah bola, semakin sulit dicuri.
5. Hook Shot – Kareem Abdul-Jabbar
Skyhook milik Kareem Abdul-Jabbar dianggap salah satu gerakan paling sulit dihentikan dalam sejarah NBA. Meski jarang digunakan pemain modern, hook shot masih sangat efektif di level manapun.
Cara kerja move:
Pemain melakukan putaran di dekat ring, lalu mengeksekusi tembakan setengah lingkaran dengan satu tangan mengayun tinggi.
Kenapa efektif:
-
Bola dilepaskan sangat tinggi sehingga sulit diblok.
-
Cocok untuk big man atau pemain yang aktif di area paint.
Tips latihan:
Fokus pada ritme dan penguatan pergelangan tangan agar tembakan lebih konsisten.
6. Spin Move – Derrick Rose & Ja Morant
Dalam liga basket NBA, Spin move digunakan untuk memecah penjagaan ketat dan mempercepat serangan menuju ring. Derrick Rose pada masa MVP dan Ja Morant saat ini adalah dua contoh eksekutor terbaik.
Cara kerja move:
Pemain berputar 360 derajat sambil melindungi bola dengan tubuh untuk melewati defender.
Kenapa efektif:
-
Mengubah arah secara eksplosif tanpa kehilangan kecepatan.
-
Membuat defender kehilangan orientasi.
-
Baik untuk situasi fastbreak atau isolation.
Tips latihan:
Jaga keseimbangan dan kontrol bola saat berputar. Latih putaran ke kedua arah.
7. Behind-the-Back Dribble – Stephen Curry
Selain tembakan tiga poin mematikan, Stephen Curry juga dikenal dengan kontrol dribel luar biasa. Behind-the-back dribble sering ia gunakan untuk menghindari double-team atau mencari ruang tembak.
Cara kerja move:
Bola dipindahkan melalui belakang badan untuk melindungi dari defender.
Kenapa efektif:
-
Menjaga bola tetap aman dari curian.
-
Memungkinkan pergantian arah secara halus.
-
Bisa dikombinasikan dengan step-back.
Tips latihan:
Latih kecepatan tangan dan timing perpindahan bola, serta pastikan postur tetap rendah.
8. Up-and-Under Move – Hakeem Olajuwon
The Dream Shake milik Hakeem Olajuwon adalah kombinasi footwork dan tipu gerakan yang jarang dimiliki pemain modern. Up-and-under adalah bagian dari repertoar teknik tersebut.
Cara kerja move:
Pemain melakukan pump fake untuk memancing defender melompat, lalu menyelinap di bawah sebelum melakukan layup.
Kenapa efektif:
-
Menggunakan momentum defender melawan mereka.
-
Tidak membutuhkan kecepatan tinggi, hanya timing dan keseimbangan.
-
Cocok untuk pemain posisinya center maupun forward.
Tips latihan:
Latih pump fake yang meyakinkan dan tingkatkan kesabaran sebelum melakukan langkah lanjutan.

