Menjelang akhir paruh musim Formula 1 2025 dan menjelang Grand Prix Hungaria, Ferrari membuat langkah strategis dengan mengumumkan bahwa Fred Vasseur telah menandatangani kontrak baru hingga beberapa tahun kedepan.
Keputusan ini sekaligus mengakhiri spekulasi yang selama beberapa bulan terakhir mengaitkan Vasseur dengan potensi pemecatan akibat performa tim yang belum sepenuhnya memuaskan.
Fred Vasseur, pria asal Prancis yang sebelumnya memimpin tim Sauber, telah membawa pendekatan stabil dan realistis dalam memimpin Ferrari. Sejak bergabung pada awal musim 2023, Vasseur telah membawa Ferrari kembali ke jalur persaingan gelar. Terutama pada musim 2024 dimana mereka hampir merebut gelar konstruktor. Mereka hanya kalah 14 poin dari McLaren di balapan terakhir.
Namun musim 2025 menunjukkan kesenjangan yang cukup signifikan. Hingga jeda musim panas, Ferrari tertinggal 268 poin dari McLaren yang memimpin klasemen konstruktor dengan dominasi konsisten. Sedangkan Ferrari tetap berada di posisi kedua, unggul atas Mercedes dan Red Bull. Meski demikian, jarak dengan pemimpin klasemen menjadi perhatian besar.
Membangun Kembali Reputasi
Beberapa bulan lalu, rumor pemecatan Fred Vasseur sempat mencuat di media Italia, terutama setelah hasil mengecewakan di Grand Prix Kanada. Vasseur sendiri menyebut rumor tersebut sebagai “tidak menghormati tim” dan “berpotensi merusak moral internal”.
Namun sejak itu, Ferrari menunjukkan peningkatan performa, termasuk dua podium dari Charles Leclerc dalam tiga balapan terakhir, serta adaptasi yang mulai terlihat dari Lewis Hamilton, pembalap baru Ferrari musim ini.
Langkah perpanjangan kontrak ini tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas kerja keras Vasseur. Namun, juga untuk meredam spekulasi dan mengembalikan ketenangan di dalam tim.
Musim 2026 akan menjadi era baru dalam sejarah Formula 1. Dengan perubahan besar dalam regulasi sasis dan power unit, Ferrari punya peluang untuk menata ulang kekuatannya dan mengincar gelar juara dunia yang sudah lama dirindukan.
Kontrak baru Vasseur menggarisbawahi komitmen Ferrari dalam memanfaatkan momentum tersebut. Di tengah masuknya tim-tim baru seperti Audi dan Cadillac, Ferrari perlu memastikan bahwa kepemimpinan mereka tidak goyah.

