Swedia 1958: Top Star dan Lahirnya Era Pele
Top Star dipilih melalui kompetisi FIFA yang melibatkan lebih dari 100 bola anonim tanpa merek. Versi bola putih menjadi favorit sepanjang turnamen karena lebih mudah terlihat di layar televisi hitam putih yang mulai populer saat itu.
Bola ini identik dengan lahirnya legenda Pele yang membawa Brasil meraih gelar juara dunia pertama mereka. Selain itu, Top Star juga menjadi saksi rekor luar biasa Just Fontaine yang mencetak 13 gol dalam satu edisi Piala Dunia, rekor yang belum pernah terpecahkan hingga sekarang.
Meksiko 1970: Telstar Jadi Simbol Sepak Bola Dunia
Piala Dunia 1970 menjadi momen paling penting dalam sejarah bola resmi FIFA karena adidas resmi menjadi pemasok bola turnamen. Produk pertama mereka adalah Telstar yang hingga kini menjadi desain bola paling ikonik sepanjang masa.
Telstar menggunakan kombinasi 12 panel segilima hitam dan 20 panel segienam putih. Pola tersebut dipilih agar bola terlihat jelas di televisi hitam putih. Nama Telstar sendiri terinspirasi dari satelit komunikasi yang memungkinkan siaran langsung internasional Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Desain Telstar kemudian menjadi simbol universal sepak bola yang masih digunakan dalam ilustrasi dan logo olahraga hingga sekarang.
Argentina 1978: Tango Mengubah Identitas Desain Bola FIFA
Tango Durlast memperkenalkan desain segitiga melengkung yang menjadi ciri khas bola FIFA selama lebih dari dua dekade. Nama Tango diambil dari tarian tradisional Argentina yang terkenal di seluruh dunia. Desainnya terlihat elegan dan modern untuk era tersebut.
Tango juga menggunakan lapisan tahan air Durlast sehingga performanya lebih stabil dibanding generasi sebelumnya. Desain Tango terbukti sangat sukses dan dipakai kembali dalam berbagai variasi pada lima Piala Dunia berikutnya.

