Pekan terakhir Premier League 2025/2026 menghadirkan drama besar yang tak banyak diprediksi sebelumnya. Dua klub asal London, Tottenham Hotspur dan West Ham United, kini berada dalam situasi genting dan harus berjuang menghindari degradasi pada laga penentuan musim ini.
Tottenham Hotspur berada di posisi yang relatif lebih aman dengan keunggulan dua poin dari zona degradasi. Mereka akan menghadapi Everton di kandang sendiri, pertandingan yang secara matematis bisa memastikan keselamatan jika mampu meraih kemenangan atau minimal hasil imbang. Namun tekanan besar justru menghantui Spurs karena performa tidak konsisten sepanjang musim, terutama di kandang sendiri.
Statistik menunjukkan bahwa Tottenham hanya meraih dua kemenangan kandang sepanjang musim ini. Kondisi tersebut membuat publik meragukan kemampuan mereka untuk tampil tenang di laga penentu. Apalagi dalam dua pertandingan terakhir di Tottenham Hotspur Stadium, mereka gagal mempertahankan keunggulan dan kehilangan total empat poin dari posisi unggul.
West Ham United Masih Berpeluang Hindari Degradasi
Di sisi lain, West Ham United masih memiliki peluang tipis untuk menyelamatkan diri dari degradasi. Tim asal London Timur itu harus berharap Tottenham terpeleset sambil wajib meraih hasil maksimal di pertandingan terakhir mereka. Situasi ini membuat tekanan mental kedua tim berada pada titik tertinggi.
West Ham sempat mengalami kebangkitan performa di pertengahan musim, namun tren positif tersebut menurun drastis menjelang akhir kompetisi. Mereka bahkan menelan tiga kekalahan beruntun dengan agregat skor 7-1, yang membuat posisi mereka kembali terjebak di zona berbahaya.
Pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, mengakui bahwa pertandingan ini menjadi salah satu momen paling krusial dalam kariernya. Ia menegaskan bahwa timnya telah mempersiapkan diri secara mental dan fisik untuk menghadapi tekanan besar di laga terakhir musim. “Pekerjaan belum selesai” ujar Roberto seperti dilansir dari onefootball.
De Zerbi bahkan mengambil langkah ekstrem dengan mengumpulkan seluruh pemain dalam pemusatan internal tim sebelum pertandingan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga fokus serta membangun kembali kepercayaan diri pemain yang sempat menurun dalam beberapa pekan terakhir.
Tottenham Hanya Butuh Hasil Imbang untuk Selamat dari Degradasi
Namun situasi Tottenham tidak sepenuhnya ideal. Kapten tim Cristian Romero dipastikan absen karena cedera lutut serius. Absennya bek asal Argentina itu menjadi pukulan besar, mengingat perannya yang sangat vital di lini pertahanan Spurs sepanjang musim.
Meski begitu, laporan terbaru menyebutkan Romero telah kembali ke London setelah menjalani proses pemulihan di Argentina. Kehadirannya di stadion masih mungkin terjadi untuk memberikan dukungan moral kepada rekan-rekannya.
Di luar lapangan, situasi di Tottenham juga tidak kalah panas. Ketidakpuasan suporter terhadap manajemen klub semakin meningkat, terlepas dari hasil akhir musim nanti. Bahkan kelompok suporter dikabarkan akan menggelar aksi protes setelah pertandingan berakhir sebagai bentuk kekecewaan terhadap arah kebijakan klub.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah Tottenham tidak hanya terjadi di dalam lapangan, tetapi juga menyangkut manajemen dan stabilitas jangka panjang klub. Situasi serupa juga menjadi sorotan di West Ham yang dinilai belum mampu menjaga konsistensi performa dalam momen-momen penting.
Dengan segala tekanan yang ada, laga terakhir Premier League musim ini dipastikan berlangsung dalam atmosfer penuh emosi. Tottenham membutuhkan ketenangan, sementara West Ham berharap pada keajaiban di detik terakhir.

