Kabar menggembirakan datang dari dunia balap motor setelah pembalap asal Spanyol, Marc Marquez, mengonfirmasi bahwa dirinya telah mencapai kesepakatan pada sebagian besar poin dalam rencana kontrak baru bersama tim pabrikan Italia, Ducati. Negosiasi ini menjadi langkah penting yang berpotensi memastikan masa depan sang juara dunia bersama tim yang kini menjadi salah satu kekuatan dominan di ajang MotoGP.
Kontrak Marquez dengan Ducati diketahui akan berakhir pada akhir musim 2026. Oleh karena itu, manajemen tim yang berbasis di Bologna tersebut bergerak cepat untuk mempertahankan salah satu pembalap terbaik di grid MotoGP saat ini.
Keputusan Ducati untuk mempercepat pembicaraan kontrak menunjukkan betapa pentingnya peran Marquez dalam strategi jangka panjang tim. Pembalap yang dijuluki “The Baby Alien” ini dinilai mampu membawa pengalaman, mental juara, serta kemampuan teknis yang sangat dibutuhkan dalam persaingan MotoGP yang semakin ketat.
Marc Marquez dan Ducati Sepakati Sebagian Besar Poin Kontrak Baru
Marquez mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Ducati berjalan sangat positif. Ia menyatakan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan pada sebagian besar aspek penting dalam kontrak baru.
Menurutnya, proses negosiasi berlangsung cukup lancar karena adanya kesamaan visi antara dirinya dan tim Ducati terkait masa depan di MotoGP. “Soal kontrak, Ducati dan saya sama-sama setuju pada sebagian besar poin,” ujar Marquez kepada MotoGP.com dikutip dari Crash.
Meski begitu, Marquez juga menjelaskan bahwa ada sedikit penundaan dalam finalisasi kontrak. Penundaan tersebut bukan disebabkan oleh perbedaan besar dalam negosiasi, melainkan karena kondisi fisiknya yang sempat mengalami cedera.
Pembalap berusia 33 tahun itu ingin memastikan dirinya benar-benar dalam kondisi prima sebelum menandatangani kontrak baru yang kemungkinan akan mengikatnya hingga musim MotoGP 2027.
Cedera Marquez Sempat Tunda Negosiasi Kontrak dengan Ducati
Salah satu faktor yang membuat pembicaraan kontrak tidak langsung rampung adalah cedera bahu yang dialami Marquez pada balapan di MotoGP Mandalika 2025.
Insiden tersebut memaksanya menepi cukup lama dari lintasan balap. Marquez bahkan harus menjalani masa pemulihan dari Oktober hingga Februari sebelum kembali tampil di awal musim 2026.
Situasi itu membuat pembicaraan kontrak baru sempat tertunda. Marquez ingin fokus terlebih dahulu pada proses pemulihan sebelum membicarakan masa depan jangka panjangnya.
Menurutnya, keputusan tersebut penting agar ia bisa menilai kondisi fisiknya secara objektif sebelum membuat komitmen baru. Marquez menegaskan bahwa dirinya ingin kembali merasakan kenyamanan saat mengendarai motor Ducati sebelum menandatangani kesepakatan resmi.
“Tetapi seperti yang saya katakan dalam konferensi pers, saya meminta Ducati untuk sedikit menunggu, untuk memiliki momen itu. Karena saya cedera ketika kami mulai berbicara tentang masa depan,” ucap Marquez menambahkan.
Marquez Fokus Pulihkan Kondisi Fisik Sebelum Teken Kontrak
Saat ini Marquez mengaku kondisinya semakin membaik. Ia mulai merasakan kembali performa kompetitif yang selama ini menjadi ciri khasnya di lintasan balap.
Pembalap yang telah meraih banyak gelar juara dunia tersebut juga mengatakan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memulihkan kondisi bahu secara maksimal agar bisa bersaing di setiap seri balapan.
Bagi Marquez, performa di atas motor adalah prioritas utama sebelum memikirkan langkah karier berikutnya. Ia percaya bahwa dengan kondisi fisik yang semakin membaik, peluang untuk kembali tampil kompetitif di musim ini semakin terbuka lebar.
“Pertama-tama, saya ingin merasa nyaman di atas motor, dan kemudian tentu saja, menandatangani kontrak,” tutur Marquez.
Masa Depan Marc Marquez di Ducati Semakin Jelas
Setelah hasil yang kurang maksimal pada seri pembuka di MotoGP Thailand 2026, Marquez kini mengalihkan fokusnya ke seri berikutnya. Balapan selanjutnya akan digelar di Sirkuit Ayrton Senna dalam ajang MotoGP Brasil 2026.
Marquez mengakui bahwa balapan di Thailand berjalan cukup sulit bagi dirinya dan tim. Meski demikian, ia menilai Ducati tetap memiliki potensi besar untuk bersaing di barisan depan.
Menurutnya, tim masih mampu bertarung memperebutkan podium meskipun menghadapi sejumlah kendala pada seri pembuka musim. Ia pun optimistis performa tim akan meningkat pada seri-seri berikutnya.
Sementara itu, langkah Ducati untuk segera memperpanjang kontrak Marquez bukan tanpa alasan. Dalam beberapa musim terakhir, Ducati menjadi salah satu tim paling dominan di MotoGP. Motor mereka dikenal memiliki performa mesin kuat serta stabilitas yang sangat baik di berbagai sirkuit.
Namun keberhasilan sebuah tim tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kualitas pembalap. Di sinilah peran Marquez menjadi sangat penting. Pengalamannya sebagai juara dunia dan kemampuannya beradaptasi dengan berbagai kondisi balapan membuatnya menjadi aset berharga bagi Ducati.
Marquez sendiri dikenal sebagai salah satu pembalap paling agresif dan berbakat dalam sejarah MotoGP modern. Kariernya di dunia balap dipenuhi berbagai pencapaian luar biasa. Meski sempat mengalami beberapa cedera serius dalam beberapa tahun terakhir, semangat kompetitifnya tidak pernah padam.
Kini, dengan potensi kontrak baru bersama Ducati, Marquez berpeluang melanjutkan perjalanannya untuk meraih lebih banyak kemenangan dan mungkin menambah koleksi gelar juara dunia. Kesepakatan kontrak baru juga akan memberikan stabilitas bagi tim Ducati dalam merancang strategi jangka panjang di MotoGP.

