Dalam dunia tenis yang kerap dikenal kaku dan penuh etika formal, momen selebrasi kemenangan menjadi oase yang menyegarkan. Tak sekadar ekspresi lega, selebrasi kadang menjadi pernyataan karakter, kreativitas, bahkan sindiran halus.
Dari lapangan tanah liat Roland Garros hingga kerasnya Arthur Ashe Stadium di US Open, selebrasi para petenis top dunia kerap mencuri perhatian publik dan media global. Berikut ini, IDXsport telah merangkum 10 selebrasi kemenangan paling unik dan ikonik di dunia tenis. Tak hanya menggambarkan emosi sesaat, tetapi juga menandai sejarah karier si pemain.
1. Daniil Medvedev – “Dead Fish” di US Open 2021

Tak ada yang bisa melupakan saat Daniil Medvedev menutup kemenangannya atas Novak Djokovic di final US Open 2021 dengan rebahan telentang kaku seperti “ikan mati”. Aksi ini terinspirasi dari game FIFA dan menjadi selebrasi nyeleneh paling viral di dunia tenis.
2. Novak Djokovic – “Violin Celebration” di Wimbledon

Di Wimbledon 2024, Novak Djokovic merayakan kemenangannya dengan menirukan gerakan bermain biola, sebuah selebrasi manis yang ia dedikasikan kepada putrinya, Tara. Selebrasi ini mendapat apresiasi luas karena memperlihatkan sisi lembut dari sang juara Grand Slam 24 kali itu.
3. Ben Shelton – “Bisnis Briefcase”

Petenis muda asal Amerika, Ben Shelton, mencuri perhatian saat menang di Japan Open 2024. Ia memeragakan seolah sedang mengenakan dasi dan membawa koper ke kantor. Gaya uniknya dianggap simbol masuknya generasi muda tenis yang lebih ekspresif dan kreatif.
4. Djokovic Tiru Selebrasi Ben Shelton di US Open

Tak banyak yang bisa meniru Ben Shelton, kecuali Novak Djokovic. Di semifinal US Open 2024, usai mengalahkan Shelton, Djokovic dengan sengaja meniru selebrasi “panggilan telepon” khas Shelton dan mematikannya di akhir. Banyak yang menyebutnya sebagai “shady”, namun Djokovic mengatakan itu “bentuk apresiasi terhadap generasi muda.”
5. Radek Stepanek – “The Worm Dance”

Radek Stepanek memang dikenal eksentrik. Di final Legg Mason Tennis Classic 2011, ia mengejutkan dunia dengan melakukan selebrasi “The Worm”, gerakan tarian bergulung di lapangan. Meski tak semua orang menyukai selebrasi flamboyan ini, tak ada yang bisa menyangkal bahwa Stepanek selalu tampil beda.
6. Jo-Wilfried Tsonga – Spin & Dance

Energi positif Tsonga tak pernah absen. Usai menang di Australian Open 2008 atas Rafael Nadal, ia melakukan spin sambil menari kecil di tengah lapangan. Selebrasi ini menjadi signature move Tsonga di beberapa turnamen setelahnya.
7. Rafael Nadal – Tangisan di US Open

Berbeda dengan selebrasi penuh gaya, Rafael Nadal memperlihatkan sisi emosional paling tulus. Setelah memenangkan final US Open 2019 melawan Daniil Medvedev dalam pertarungan lima set, Nadal menangis di bangkunya. Layar lebar di stadion memperlihatkan kompilasi Grand Slam miliknya dan ia tak kuasa menahan air mata.
8. Ashleigh Barty – Tribute Wimbledon

Saat Barty menang di Wimbledon 2021, ia mengenakan outfit serupa dengan Evonne Goolagong, legenda tenis Australia. Selebrasinya yang penuh haru dan kesederhanaan disambut dengan standing ovation. Ia tidak berteriak atau melompat, hanya tersenyum dan menunjuk ke langit. Anggun dan berkelas.
9. Petr Korda – “Scissor Kick”
Salah satu selebrasi paling atletik di dunia tenis datang dari Petr Korda. Setelah menang di Australian Open 1998, ia melompat tinggi dan melakukan “scissor kick” di udara. Gerakan ini bukan hanya simbol kemenangan, tapi juga kepercayaan diri yang luar biasa.
10. Mikhail Youzhny – Salut Militer

Petenis Rusia, Mikhail Youzhny, punya cara unik merayakan kemenangan. Ia memberikan salut militer ke arah tribun penonton atau pelatihnya, sebagai penghormatan atas dukungan mereka. Bagi Youzhny, tenis adalah misi. Dan setiap kemenangan adalah keberhasilan operasi.

