Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Voli U21 Putri FIVB 2025. Kejuaraan voli tersebut akan digelar di Surabaya, Jawa Timur pada 7–17 Agustus 2025. Kesempatan emas ini bukan hanya menjadi ajang promosi olahraga nasional, tetapi juga medan ujian sejauh mana Timnas Voli Putri U21 Indonesia mampu bersaing di level dunia.
Skuad asuhan Marcos Sugiyama tidak ingin sekadar menjadi pelengkap. Bermodalkan deretan talenta muda seperti Junaida Santi, Chelsa Berliana Nurtomo, hingga Maradanti Namira, mereka datang dengan semangat tinggi untuk menantang sejarah dan mematahkan mitos kelam bagi tuan rumah FIVB U21.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1977, tidak satu pun negara tuan rumah yang berhasil menjadi juara FIVB Volleyball Women’s U21 World Championship. Catatan ini berlaku konsisten hingga edisi terakhir tahun 2023 di Meksiko, yang lagi-lagi gagal membawa pulang trofi meski tampil di kandang sendiri.
Dari total 23 edisi sebelumnya, gelar juara selalu dibawa pulang oleh negara unggulan. Negara tersebut antara lain adalah Brasil, China, Rusia, Korea Selatan, Kuba hingga Italia, Jepang, dan Jerman.
Peluang Timnas Voli Indonesia di Grup Neraka
Indonesia sebagai tuan rumah ke-24 mencoba menantang catatan sejarah tersebut. Sebuah misi berat mengingat ini juga merupakan debut pertama Timnas Voli Putri U21 di ajang FIVB. Tapi justru karena belum ada ekspektasi besar, skuad muda ini bisa tampil lepas dan mengejutkan lawan-lawannya.
Timnas Voli Putri U21 Indonesia tergabung dalam Pool A, yang bisa dibilang cukup menantang. Lawan-lawan tangguh seperti Argentina, Kanada, Serbia, Puerto Riko, dan Vietnam siap menjadi batu ujian awal bagi skuad Garuda Muda.
Format kompetisi FIVB 2025 membagi 24 tim menjadi empat grup. Empat tim teratas dari setiap grup akan melaju ke babak 16 besar. Sementara dua terbawah tetap bermain di babak klasifikasi untuk memperebutkan posisi 17 hingga 24. Sementara itu, kunci bagi Indonesia adalah memenangkan minimal tiga pertandingan dari lima di fase grup. Hal ini dapat membuka peluang lolos ke fase knock-out.

