Tim-tim penantang gelar—terutama di liga-liga dengan intensitas tinggi seperti Liga Inggris—cenderung memilih sistem taktik serupa dalam beberapa tahun terakhir.
Meski ada beberapa pengecualian, mayoritas tim papan atas menerapkan high press di lini depan (artinya para penyerang agresif menekan bek lawan ketika kehilangan bola) dan high line di lini belakang. Menggabungkan kedua strategi ini masuk akal karena memastikan tidak ada celah besar yang terbuka di lini tengah.
Baik itu Manchester City asuhan Pep Guardiola atau Liverpool asuhan Jürgen Klopp, sebagian besar tim papan atas memilih bermain dengan cara ini. Mengapa demikian?
Keuntungan utama bermain dengan high line—dan ini esensial bagi strategi counter-pressing yang didukungnya—adalah meningkatkan peluang tim untuk merebut kembali bola secepat mungkin setelah kehilangan penguasaan.
Ketika Anda menurunkan garis pertahanan dan bertahan lebih dalam, sangat sulit untuk merebut kembali bola dari lawan. Namun, jika Anda menempatkan bek, gelandang, dan penyerang lebih maju di lapangan, menutup jalur umpan, dan memberi tekanan pada lawan, peluang merebut bola kembali lebih cepat jauh lebih besar.
Bagi tim yang ingin mendominasi penguasaan bola hingga 60% atau 70%, merebut bola kembali dengan cepat adalah hal yang sangat penting.
Selain itu, penggunaan high line juga dapat mematikan peluang serangan lawan. Biasanya, bek kiri dan bek kanan dalam formasi empat bek bertugas menjaga ketat penyerang sayap lawan agar mereka tidak diberi ruang untuk menggiring bola atau mengirim umpan berbahaya.
Sementara itu, di tengah lapangan, dua bek tengah menekan penyerang lawan, menjaga agar mereka tidak menerima bola atau, jika mereka menerimanya, segera melakukan tekel yang tegas.
Sering dikatakan bahwa serangan adalah bentuk pertahanan terbaik; dengan bermain agresif dan menggunakan high line untuk mematikan serangan lawan sebelum benar-benar dimulai, pelatih dapat membatasi ancaman dari tim lawan.
Pada saat yang sama, mereka juga dapat mengurangi jarak yang harus ditempuh gelandang dan penyerang untuk turun ketika kehilangan bola, memungkinkan mereka tetap berada di area maju tempat mereka paling efektif beroperasi.

