Timnas Voli Putra Italia resmi menjadi tim pertama yang mengamankan tiket ke babak semifinal Volleyball Nations League (VNL) 2025. Dalam pertandingan pembuka perempat final yang digelar Rabu (30/7/2025) di Ningbo, China, Italia sukses menundukkan Kuba dengan skor 3-1 (25-18, 25-19, 20-25, 25-21).
Kemenangan ini bukan hanya memperpanjang napas Italia di turnamen VNL tahun ini. Akan tetapi juga membawa mereka semakin dekat ke impian meraih podium VNL pertama dalam sejarah. Meski sempat kehilangan satu set, permainan disiplin dan minim kesalahan membuat Gli Azzurri tetap tampil dominan atas lawan mereka yang agresif.
Sementara itu, nama Alessandro Michieletto kembali mencuri perhatian publik voli dunia. Pemain luar 23 tahun ini tampil luar biasa dan mencetak 17 poin, termasuk dua ace dan satu kill block. Poin terakhir yang mengakhiri set keempat sekaligus pertandingan pun berasal dari spike khas Michieletto yang dikenal sebagai pipe, pukulan cepat dari lini belakang yang sulit diantisipasi.
Performa Michieletto dibantu oleh penampilan solid dari Kamil Rychlicki, opposite Italia berdarah Luksemburg, yang menyumbang 16 poin termasuk tiga ace dan dua blok. Sementara Simone Giannelli, setter andalan sekaligus kapten tim, menjadi arsitek utama di balik skema permainan cepat dan taktis Italia.
Italia Hadapi Pemenang Prancis vs Slovenia
Disisi lain meskipun Kuba kalah, Marlon Yant tampil luar biasa. Pemain luar 24 tahun tersebut mencetak 21 poin, menjadi top skorer pertandingan. Dengan 56% akurasi serangan, ia terlihat sebagai ancaman nyata bagi pertahanan Italia. Yant mencatatkan 19 spike kill, satu ace, dan satu blok.
Kontribusi tambahan dari Osniel Mergarejo (11 poin) tak cukup untuk membalikkan keadaan. Meski sempat mencuri set ketiga, permainan Kuba cenderung tidak stabil dan banyak kehilangan momentum akibat kesalahan sendiri.
Dengan kemenangan atas Kuba, Italia akan menghadapi pemenang laga antara Prancis vs Slovenia di babak semifinal yang akan digelar Sabtu, 2 Agustus 2025.
Ini akan menjadi tantangan berat bagi Gli Azzurri. Kedua calon lawan memiliki kapasitas besar dan sejarah pertemuan yang ketat dengan Italia. Prancis, sang juara bertahan, unggul secara pengalaman. Sementara Slovenia dikenal dengan permainan cepat dan transisi blok yang solid.

