Persib Bandung mendapat kabar kurang menyenangkan jelang pekan pertama Super League 2025/2026. Penyerang andalan mereka, Ramon Tanque, mengalami cedera pada bagian tulang rusuk (interkostal) saat laga uji coba pramusim menghadapi klub asal Australia, Western Sydney Wanderers FC, yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (2/8/2025).
Kondisi tersebut tentu menjadi pukulan bagi tim berjuluk Maung Bandung yang berambisi mempertahankan gelar juara musim ini. Cedera Ramon tak hanya berdampak pada kekuatan lini serang. Tetapi juga mengganggu rencana pelatih Bojan Hodak dalam meramu formasi terbaik. Terlebih untuk laga perdana kontra Semen Padang FC pada Sabtu, 9 Agustus 2025.
Kabar mengenai cedera Ramon pertama kali dikonfirmasi oleh dokter tim Persib, Wira Prasetya. Dalam keterangan resminya, Wira menjelaskan bahwa Ramon telah menjalani pemeriksaan intensif tak lama setelah pertandingan usai.
“Ramon sudah diperiksa semalam, tidak ada cedera serius di hard tissue, lebih kepada cedera di soft tissue daerah interkostal saja, akan tetap harus kami monitoring dan bila dibutuhkan akan dilakukan pemeriksaan lain yang lebih spesifik,” ujar Wira seperti dilansir dari laman resmi Indonesia League.
Cedera pada area interkostal atau otot di antara tulang rusuk kerap kali menimbulkan rasa nyeri hebat, terutama saat bernapas dalam atau bergerak aktif. Meski bukan cedera yang tergolong parah, pemulihan otot interkostal tetap membutuhkan waktu dan penanganan yang hati-hati.
Diragukan Tampil Lawan Semen Padang
Dengan kondisi saat ini, Ramon Tanque diperkirakan butuh waktu pemulihan selama 1 hingga 2 minggu. Hal ini tentu menempatkan pemain asal Brasil itu dalam status diragukan tampil. Terlebih, pada laga perdana Super League 2025/26 menghadapi Semen Padang FC.
“Ramon tetap butuh waktu untuk pemulihan, seharusnya dalam waktu singkat kira-kira 1-2 minggu dia sudah bisa kembali ke tim,” terang Wira.
Absennya Ramon dalam laga pembuka menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih Bojan Hodak. Pasalnya, Ramon Tanque bukan hanya pemain kunci di lini serang. Ia juga salah satu andalan utama dalam strategi serangan balik cepat yang diterapkan Hodak sejak musim lalu.

